Jika Cinta Tak Terbalaskan, Jadi Sahabat Saja

Ingatlah pepatah jika cinta itu tidak harus memiliki. Meskipun mudah didengarkan, namun sebenarnya itu semua sulit sekali untuk dilakukan. Terlebih jika memiliki cinta yang tak terbalaskan atau bertepuk sebelah tangan. Jika demikian mungkin waktunya Anda untuk berhenti berjuang dan lakukan tiga hal ini saja.

1. Mending sahabatan aja

Jika tak dapat memiliki hatinya Anda bisa menjadi sahabatnya saja. Hal ini lebih baik ketimbang Anda memendam rasa dendam akibat cinta Anda tak terbalaskan. Mungkin rasanya sakit, tetapi cinta yang tulus tak mengharap balasan akan sama membahagiakan.

2. Biarkan mengalir lebih asik

Daripada sakit hati karena tak bisa bersamanya karena menerima kenyataan tak akan memilikinya, lebih baik nikmati saja, biarkan mengalir jangan pernah menuntutnya apa-apa. Dengan demikian barangkali, ia akan merubah pikirannya untuk kembali melirik dan memperhatikanmu.

3. Lakukan hobi lebih menyenangkan

Jangan terlalu lama menganalisa perasaan Anda. Bila tak ingin terlalu banyak makan hati, kerjakan hobi yang Anda minati. Mulailah kerjakan hobimu, bermain dengan sahabat, dan jangan sampai berlarut-larut dalam kesedihan.

Putus Lewat Pesan

Dalam mengakhiri sebuah hubungan (red:putus) tentu banyak sekali alternatif dalam menyampaikannya. Sama halnya ketik kamu memulai hubungan (red:nembak). Karena kebanyakan surat sudah dianggap basi, terkesan kuno, olehnya di gunakan alternatif baru, yaitu melalui pesan singkat.

Namun rasa-rasanya diputuskan mantan melalui pesan singkat, telephon, atau cara apapun selain bertatap muka langsung rasanya masih tidak adil. Sikap mantan yang semena-mena membuatmu berfikir bahwa ia tidak gentle. Selain itu ia juga tak serius ingin putus dengan kamu, padahal sebenarnya dia serius, bahaya kan?

Anggapan Putus dan Nembak Baru Serius saat Diungkapkan Langsung

Kebanyakan orang umumnya menganggap keseriusan memulai hubungan adalah diawali dengan pernyataan perasaan secara langsung. Akibatnya jika sebuah hubungan harusnya juga diakhiri dengan langsung, kalau tidak ya nggak dianggep serius. Akan tetapi, tentu banyak alasan untuk memutus hubungan secara tidak langsung.

Mungkin beberapa hal ini bisa membantumu lebih bijak dalam menilai dan menanggapi keputusan yang memutusmu secara tidak langsung.

Menghindari Kesalahan yang Sama

Hal yang sering terjadi ketika pasangan sedang ribut adalah menggunakan kata PUTUS sebagai ancaman. Namun hal itu bukan membuat jera, akan tetapi malah terbiasa. Sama halnya rasa sakit yang ditangani secara instan dengan meminum obat nyeri. Semakin sering meminum obat peredam nyeri, semakin tubuhmu resisten terhadap obat.

Alasan yang seperti itu membuat pasangan untuk mengurungkan niatnya menyatakan putus secara langsung karena ia tahu apa imbas yang akan terjadi. Kamu akan menganggapnya itu sebuah ancaman saja, kebiasaan, tidak berpikir ia serius ingin pergi. Itulah alasan kenapa ia menggunakan cara baru yang tidak biasa. Caranya yaitu memutuskanmu secara tidak langsung agar mudah baginya menghindarimu.

Takut Kembali Luluh

Sebagai pasangan yang sudah menjalin hubungan dalam waktu lama, tentu kamu dan dia sangat faham betul apa saja yang membuatnya luluh pasangan. Keinginan kuat untuk mengakhiri hubungan jadi sirna seketika ketika pasangan melakukan hal yang bisa membuatmu luluh. Misalnya ia menangis sejadi-jadinya, karena kamu tiper manusia yang iba dengan perempuan menangis, akhirnya mengurungkan niat memutuskannya.

Selogis apapun alasanmu dalam mengakhiri hubungan, rasa luluh sangat bisa membuatmu mengurungkan niatmu. Satu hal yang harus kamu mengerti ialah rasa luluh bisa menjebak menjalin hubungan cinta kedalam jurang keterpaksaan.

Cinta Berbalut Luka “Kisah Cinta Ratu Kalinyamat”

Ratu kalinyamat merupakan putri dari bupati jepara yang mempunyai nama asli retna kencana, ia di juluki sebagai ratu kalinyamat ketika menikah dengan win-tang seorang pemuda yang mendirikan desa kalinyamat yang saat ini berada di wilayah kalinyamatan, sehingga pemuda tersebut dikenal sebagai pangeran kalinyamat atau pada sekarang ini lebih dikenal sebagai pangeran hadiri

Win-tang merupakan pemuda dari aceh yang memiliki nama asli pangeran toyib, putera sultan mughayat syah raja aceh (1514-1528) pangeran toyib atau win-tang berkelana ke tiongkok dan menjadi anak angkat seorang menteri bernama Tjie Hwio Gwan. Nama win-tang merupakan ejaan jawa untuk Tjie Bin Thang.

pada tahun 1549 Suunan Prawata yang menjadi raja keempat Demak mati dibunuh oleh utusan Arya Penangsang. Ratu kalinyamat menemukan keris Kyai betok milik Sunan Kudus menancap pada mayat kakanya itu, maka, pangeran dan ratu kalinyamat langsung berangkat ke kudus minta penjelasan menuntut keadilan atas kematian kakaknya. Sunan Kudus menjelaskan semasa muda Sunan Prawata pernah membunuh Pengaran Sekar Seda lepen ayah Arya Penangsang, jadi wajar kalau ia mendapat balasan setimpal.

Ketika perjalanan pulang ke jepara, mereka di keroyok anak buah Arya Penangsang. Pengeran Kalinyamat tewas kala itu dengan membawa jenazah pangeran kalinyamat pria yang sangat dicintainya ia meneruskan perjalanan sampai disuatu sungai yang deras dan darah yang berasal dari jenazah Pangeran Kalinyamat menjadujan air sungai berwarna ungu. Semakin kebarat dan dalam kondisi yang lelah, semakin berat langkah kaki untuk melangkah Ratu Kalinyamat tetap membawa suaminya (Pangeran Kalinyamat) untuk sampai di mantingan meskipun di tengah jalan mayat dari suaminya sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Akibat peristiwa pembunuhan itu, ia memutuskan untuk bertapa di gunung danaraja tanpa sehelei benangpun, dengan bersumpah tidak akan berpakaian sebelum berkeset pada kepala Arya Penangsang. Ritual itu berakhir ketika Sultan Pajang menghadap Ratu Kalinyamat sambil membawa penggalan kepala Aryo Penangsang dan semangkok darahnya.

Aryo Penangsang berhasil dibunuh Sultan Pajang yang bernama Raden Hadiwijaya, melalui senapati perangnya Danang Sutowijoyo (putra Ki Gede Pemanahan), dalam pertarungan di tepi bengawan antara Cepu dan Blora. Tubuh Adipati Jipang Panolan itu dicabik-cabik dan serpihan tubuhnya ditanam terpencar-pencar di berbagai pelosok Jawa Tengah. Kepala Aryo Penangsang benar-benar digunakan untuk keset oleh Nyi Ratu Kalinyamat, dan darahnya digunakan untuk keramas. Setelah puas, kepala Aryo Penangsang dibuang ke sebuah kolam yang terdapat di Desa Mantingan.

Yang bisa di petik dari kisah sejarah ini adalah betapa besar rasa cinta sang ratu terhadap suami yang telah meninggal dan rela bertapa bertahun -tahun hanya untuk membalaskan dendam atas meninggalnya sang suami tercinta.